Batu Bara ICE Newcastle Dibuka Lebih Tinggi di 138,00, HBA Mengalami Kenaikan di Periode Kedua Bulan Mei

  • Batu Bara ICE Newcastle dibuka dengan gap bullish di awal minggu.
  • HBA mengalami kenaikan dari periode kedua bulan ini.
  • Penjualan Ritel Tiongkok di April naik 0,2% Tahun-ke-Tahun.

Harga batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di 138,00 yang lebih tinggi 1,10% dari penutupan pekan lalu pada saat berita ini ditulis. Perbedaan yang lebih tinggi tersebut karena batu bara ini dibuka dengan gap atas dan sejauh ini belum bergerak sama sekali dari level pembukaan. Komoditas-komoditas energi tetap memerhatikan perkembangan geopolitik dalam mencari petunjuk sentimen investor terhadap aset-aset secara umum.

Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 56,70 kembali muncul di atas level netral 50 setelah batu bara ini ditutup lebih tinggi Jumat lalu. Secara teknis menandakan momentumnya bullish meskipun masih rentan karena terlalu dekat dengan level netral. Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang terus merayap naik di bawah harga terus memberikan sinyal bahwa komoditas ini berada dalam tren naik.

Suhu di pelabuhan Newcastle Australia adalah 17°C dengan hujan ringan pada saat berita ini ditulis. Hujan ringan diprakirakan berlangsung hingga dini hari. Namun mengingat intensitas hujan yang disebutkan, kegiatan pemuatan batu bara di pelabuhan diprakirakan tetap berjalan sehingga tidak bisa menjadi faktor yang memengaruhi harga secara signifikan dalam jangka pendek.

Potensi penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan akibat konflik AS-Iran yang belum ada tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat tetap menjadi penopang dan penggerak harga-harga komoditas energi dalam beberapa bulan ini.

Yang terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melalui sosial medianya memperingkatkan Iran untuk bertindak cepat atau tidak ada yang tersisa dari mereka. Pada hari kemarin Reuters melaporkan bahwa telah terjadi kebakaran dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Uni Emierat Arab (UEA) yang dipicu serangan drone dan masih diselidiki sumber serangan. Sementara Arab Saudi mencegat tiga drone yang mencoba masuk ke wilayahnya.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi salah satu komoditas yang diamati untuk mengukur sentimen terhadap perkembangan kabar terbaru di Timur Tengah, melanjutkan kenaikan dua hari perdagangan sebelumnya untuk mencatatkan tertinggi hari $103,86 per barel, juga level tertinggi sejak 5 Mei 2026. Hal tersebut diikuti oleh harga batu bara yang disebutkan di atas.

Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Mei 2026 dalam Kepmen ESDM No. 204.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $116,32 naik dari $106,57
  • Batubara I (5.300 GAR) $80,34 naik dari $79,56
  • Batubara II (4.100 GAR) $57,61 naik dari $55,66
  • Batubara III (3.400 GAR) $39,35 naik dari $38,76

Namun demikian, ada kabar kurang baik dari negara pengguna batu bara terbesar yaitu Tiongkok. Sebelumnya hari ini, National Bureau of Statistics (NBS) menginformasikan bahwa Penjualan Ritel Tiongkok bulan April naik 0,2% tahun-ke-tahun yang lebih rendah dari prakiraan 2,0% dan sebelumnya 1,7%.

Selain itu, Produksi Industrinya untuk bulan yang sama menunjukkan kenaikan 4,1% tahun-ke-tahun dibandingkan prakiraan 5,9% dan sebelumnya. Perkembangan apa pun dari Tiongkok penting untuk mengukur prospek permintaan baru bara dari negara ini di masa depan. Peristiwa penting selanjutnya untuk negara ini yang tercatat dalam kalender ekonomi adalah Keputusan Suku Bunga Bank Rakyat Tiongkok (People Bank of China's atau PBOC) pada hari Rabu pukul 01:15 GMT (08:15 WIB).

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu Bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko

Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.

Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.

Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.

Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.

Harga Perak Hari ini: Perak Naik, Menurut Data FXStreet

Harga perak (XAG/USD) naik pada hari Senin, menurut data FXStreet. Perak diperdagangkan pada $76,02 per troy ons, naik 0,11% dari $75,94 pada hari Jumat
अधिक पढ़ें Previous

Ekuitas: Tekanan obligasi-minyak memengaruhi sentimen – Deutsche Bank

Para ahli strategi Deutsche Bank mencatat bahwa S&P 500 telah memperpanjang kenaikannya menjadi tujuh minggu berturut-turut, yang terpanjang sejak 2023, meskipun imbal hasil obligasi dan harga minyak yang naik memicu penurunan harian terburuk sejak Maret.
अधिक पढ़ें Next