AUD/USD Mundur ke 0,6660 karena Investor Berubah Menjadi Berhati-hati Menjelang NFP AS
- AUD/USD turun mendekati 0,6660 karena para investor diprakirakan akan mengambil posisi setelah laporan NFP AS untuk bulan Mei.
- The Fed diprakirakan akan mulai menurunkan suku bunga mulai September.
- Para investor melihat RBA akan mempertahankan suku bunga stabil di akhir tahun.
Pasangan mata uang AUD/USD turun kembali ke 0,6660 saat mencoba menangkap level resistance angka bulat di 0,6700 di sesi London hari Jumat. Aset AUD ini menghadapi tekanan karena ketidakpastian menjelang rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk bulan Mei membatasi kenaikan dalam aset-aset yang memiliki persepsi risiko.
Sentimen pasar berubah menjadi hati-hati karena laporan NFP AS diprakirakan akan mempengaruhi ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Indeks berjangka S&P 500 telah berubah menjadi negatif setelah menghapus seluruh kenaikan semalam, yang mengindikasikan penurunan selera risiko para investor. Indeks Dolar AS (DXY) tetap sideways di dekat support penting 104,00.
Laporan Ketenagakerjaan AS diprakirakan akan menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan menambahkan 185.000 payrolls, lebih tinggi dari rilis sebelumnya sebesar 175.000. Tingkat Pengangguran diprakirakan tetap stabil pada 3,9%. Investor juga akan memperhatikan data Penghasilan Rata-rata Per Jam, yang mengukur momentum pertumbuhan upah. Pendapatan rata-rata per jam tahunan diprakirakan tumbuh stabil sebesar 3,9%. Sementara pertumbuhan upah bulanan diprakirakan naik dengan laju yang lebih tinggi yaitu 0,3% dari rilis sebelumnya 0,2%.
Data payrolls dan pertumbuhan upah yang optimis akan mengurangi harapan The Fed untuk menurunkan suku bunganya dari level saat ini. Perangkat CME FedWatch menunjukkan bahwa The Fed akan memilih pertemuan bulan September sebagai titik paling awal untuk mulai melonggarkan kebijakan suku bunga yang ketat. Sementara angka yang lemah akan meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed untuk bulan September.
Sementara itu, Dolar Australia mempertahankan penguatannya karena Reserve Bank of Australia (RBA) tampaknya masuk dalam daftar bank-bank sentral yang diprakirakan tidak akan melakukan pemangkasan suku bunga tahun ini. Ekspektasi penurunan suku bunga RBA berkurang setelah Gubernur RBA Michele Bullock memberikan panduan hawkish mengenai prospek suku bunga pada hari Rabu. Bullock mengindikasikan bahwa bank sentral siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika inflasi tidak kembali ke kisaran target 1%-3%. Selain RBA, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) juga diprakirakan akan mempertimbangkan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan tahun depan.