WTI Melanjutkan Pemulihan ke $78,50 Jelang Data Inflasi Global dan Pertemuan OPEC
- WTI melonjak ke $78,50 dengan fokus teruju pada data inflasi global.
- The Fed diprakirakan akan mengumumkan penurunan suku bunga pada kuartal terakhir tahun ini.
- Para investor akan fokus pada pertemuan OPEC+ untuk mengetahui perubahan apa pun dalam kebijakan pasokan minyak.
West Texas Intermediate (WTI), berjangka di NYMEX, naik lebih jauh ke $78,50 di sesi New York hari Senin. Harga minyak naik meskipun para investor memprakirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertimbangkan penurunan suku bunga dari level-level saat ini pada kuartal terakhir tahun ini.
Spekulasi pasar mengenai penurunan suku bunga The Fed telah bergeser ke kuartal terakhir dari pertemuan bulan September karena para pengambil kebijakan menginginkan kelanjutan kerangka kebijakan saat ini untuk jangka waktu yang lebih lama hingga mereka mendapatkan bukti bahwa inflasi akan kembali ke tingkat yang diinginkan yaitu 2%. Para pejabat The Fed menekankan akan menjaga kerangka kebijakan tetap ketat meskipun terjadi perlambatan tekanan harga pada bulan April yang ditunjukkan oleh laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan yang sama.
Secara historis, meredanya prospek penurunan suku bunga The Fed merupakan situasi yang tidak menguntungkan bagi harga minyak karena suku bunga yang lebih tinggi mengurangi aliran likuiditas ke dalam perekonomian, sehingga melemahkan prospek permintaan minyak.
Minggu ini, para investor akan fokus pada data indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti Amerika Serikat untuk bulan April dan data inflasi pendahuluan Zona Euro untuk bulan Mei, yang akan mempengaruhi spekulasi penurunan suku bunga The Fed dan European Central Bank (ECB), masing-masing akan diterbitkan pada hari Jumat.
ECB diprakirakan akan mulai menurunkan suku bunga pinjaman utama pada bulan Juni, sementara para investor ragu apakah para pengambil kebijakan juga akan mengikuti keputusan dovish pada pertemuan bulan Juli.
Dari sisi pasokan, para investor akan fokus pada pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan pada tanggal 2 Juni. Para investor akan fokus pada apakah negara-negara kaya minyak akan mengubah penurunan produksi saat ini sebesar 2,2 juta barel.