Pratinjau Risalah The Fed: Pasar akan Fokus pada Komentar Terkait Prospek Inflasi

  • The Fed akan merilis risalah pertemuan kebijakan 30 April-1 Mei pada hari Rabu.
  • Diskusi Jerome Powell dan kawan-kawan seputar prospek inflasi akan diteliti.
  • Pasar melihat kemungkinan kurang dari 40% The Fed akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah pada bulan September.

Federal Reserve (The Fed) akan merilis risalah pertemuan kebijakan 30 April-1 Mei pada hari Rabu pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB). Para investor akan mencermati komentar mengenai prospek inflasi dan kemungkinan penentuan waktu untuk melakukan perubahan kebijakan.

The Fed Diantisipasi akan Mempertahankan Kebijakan Stabil pada Juni dan Juli

The Fed tidak mengubah pengaturan kebijakan moneternya setelah pertemuan kebijakan 30 April-1 Mei seperti yang diprakirakan. Dalam pernyataan kebijakannya, bank sentral AS mengatakan bahwa baru-baru ini terdapat kurangnya kemajuan lebih lanjut menuju target inflasi 2%. Mengenai strategi pengetatan kuantitatif, The Fed mencatat bahwa mereka akan memperlambat penurunan neraca dengan memangkas batas penebusan Treasury menjadi $25 miliar per bulan dari $60 miliar mulai 1 Juni.

Dalam konferensi pers pasca-pertemuan, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa kecil kemungkinannya langkah kebijakan berikutnya menaikkan suku bunga lagi, namun ia menjelaskan bahwa akan lebih tepat jika menunda penurunan suku bunga jika inflasi terbukti lebih persisten dan pasar tenaga kerja tetap bertahan kuat. Powell menegaskan kembali bahwa mereka perlu memiliki keyakinan yang lebih besar pada inflasi bergerak menuju 2% sebelum mempertimbangkan perubahan kebijakan.

Data yang diterbitkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan pada tanggal 15 Mei bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) inti naik 3,6% pada basis tahunan di April. Angka ini menyusul kenaikan 3,8% yang tercatat di bulan Maret dan sejalan dengan ekspektasi pasar. Pada basis bulanan, IHK dan IHK inti keduanya naik 0,3% setelah naik 0,4% di bulan Maret.

Menurut FedWatch Tool dari CME, pasar melihat sedikit atau tidak ada peluang penurunan suku bunga The Fed pada bulan Juni atau Juli. Namun, kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga kebijakannya pada bulan September tetap sekitar 37%.

Pratinjau publikasi The Fed, “risalah pertemuan FOMC terbaru kemungkinan akan menarik perhatian minggu depan menyusul keputusan Komite untuk mengomunikasikan bahwa suku bunga “lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama” tetap menjadi kebijakan pilihan dalam waktu dekat,” kata para analis TD Securities dan menambahkan : “Warna lebih lanjut mengenai keputusan pengurangan QT juga akan menjadi titik fokus.”

Kapan Risalah FOMC akan Dirilis dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap Dolar AS?

The Fed akan merilis risalah pertemuan kebijakan 30 April-1 Mei pada Rabu pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB). Para investor akan mencermati diskusi seputar prospek inflasi dan mencari kemungkinan petunjuk mengenai penentuan waktu perubahan kebijakan.

Menyusul rilis laporan inflasi bulan April, beberapa pengambil kebijakan The Fed bersikap hati-hati terhadap prospek suku bunga sambil mengakui sedikit kemajuan dalam disinflasi. Presiden Fed San Francisco Mary Daly mencatat pada hari Senin bahwa, meskipun dia memprakirakan inflasi shelter akan membaik secara perlahan, dia juga mengatakan bahwa dia tidak memprakirakan kemajuan akan terjadi dengan cepat. Daly juga mencatat bahwa dia tidak yakin inflasi akan turun secara berkelanjutan hingga mencapai target inflasi 2% yang ditetapkan oleh The Fed. Selain itu, Wakil Ketua Pengawasan Fed Michael Barr berpendapat bahwa the Fed berada dalam posisi yang baik untuk mempertahankan kebijakan tetap stabil dan mengawasi perekonomian.

Jika risalah menunjukkan bahwa para pengambil kebijakan cenderung mengambil pendekatan yang sabar terhadap pelonggaran kebijakan dalam menghadapi inflasi yang kuat dan mendukung penurunan suku bunga tunggal pada tahun ini, Dolar AS (USD) dapat bertahan terhadap mata uang utama lainnya. Jika publikasi tersebut menunjukkan bahwa para pejabat semakin khawatir terhadap tanda-tanda perlambatan aktivitas ekonomi dan tetap optimis terhadap prospek inflasi, aliran risiko dapat mendominasi pasar dan merugikan USD.

Eren Sengezer, Analis Utama Sesi Eropa, berbagi pandangan teknis singkat untuk Indeks USD:

“Indeks USD (DXY) tetap berada di dekat area 104,30-104,20, di mana Simple Moving Averages (SMA) 200-hari dan 100-hari berada. Jika indeks turun di bawah area ini dan mulai menggunakannya sebagai resistance, para penjual teknis dapat mengambil tindakan. Dalam skenario ini, 103,70 (retracement Fibonacci 50% dari tren naik Januari-April) dapat bertindak sebagai support interim sebelum 103,00 (retracement Fibonacci 61,8%). Untuk sisi atas, resistance dapat dilihat di 105,25 (retracement Fibonacci 23,6%, SMA 20-hari), 106,00 (level statis, level psikologis) dan 106,50 (titik akhir tren naik)."

BERITA TERKAIT

 

Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Jatuh ke $31,50 dengan Fokusnya Tertuju pada Risalah FOMC

Harga Perak (XAG/USD) mencatatkan penurunan vertikal ke dekat support penting $31,50 di awal sesi New York hari Rabu. Logam putih melemah karena Dolar AS dan imbal hasil obligasi pulih di tengah kehati-hatian menjelang rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Mei yang akan dipublikasikan hari ini. Risalah pertemuan FOMC akan memberikan penjelasan rinci di balik pandangan para pengambil kebijakan terhadap prospek suku bunga.
مزید پڑھیں Previous

GBP/JPY Naik Setelah Data Inflasi Inggris Mengalahkan Estimasi Analis

GBP/JPY naik ke 199,20an pada hari Rabu setelah data inflasi Inggris lebih tinggi dari prediksi para ekonom. Data mengindikasikan Bank of England (BoE) dapat menunda penurunan suku bunga yang akan berdampak positif pada Pound Sterling (GBP).
مزید پڑھیں Next