USD/SGD Terkoreksi ke 1,3641 setelah Laporan Neraca Perdagangan Singapura
- USD/SGD turun dari tertinggi sejauh ini ke 1,3641.
- Straits Times Index (STI) Singapura menguat 0,25% ke 3,152.
- Komentar The Fed Powell dan ketegangan geopolitik membawa sentimen negatif.
Pada sesi perdagangan Asia, USD/SGD mengalami koreksi ke 1,3641, merosot 0,08% dari tertinggi sejauh ini di 1,3652 setelah rilis data Neraca Perdagangan Singapura pagi tadi.
Badan Statistik Singapura melaporkan Surplus Neraca Perdagangan untuk bulan Maret menyusut ke USD4,657 Juta dari USD5,960 Juta (direvisi dari USD5,698 Juta) pada bulan sebelumnya. Sementara itu, Enterprise Singapore (EnterpriseSG) menunjukkan Ekspor utama YoY Singapura merosot sebesar 20,7%.
Indeks-indeks di kawasan Asia diperdagangkan beragam, dengan Straits Times Index (STI) Singapura menguat 0,25% atau naik 7 poin ke 3,152 setelah pembukaan yang lebih rendah di 3,143. Penguatan STI tersebut berlawanan dengan NIKKEI Jepang yang turun 0,17% ke 38,404 dan KOSPI Korea Selatan yang melemah 0,32% ke 2,601.
Lonjakan imbal hasil obligasi AS dan penguatan Greenback yang masih berlanjut terus menekan Dolar Singapura (SGD), yang telah melemah sebesar 212 poin terhadap USD sejak Rabu pekan lalu. Hal ini didorong oleh komentar Ketua The Fed Powell yang ingin menahan suku bunga lebih lama akibat inflasi di AS yang masih tinggi dan membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang diprakirakan agar inflasi mencapai target 2%.
Ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah antara Israel dan Iran juga memperburuk sentimen di wilayah Asia karena adanya kekhawatiran akan eskalasi pergolakan yang akan memengaruhi pasokan minyak secara luas.
Para pedagang akan memantau Laporan Beige Book untuk mengetahui kondisi perekonomian AS saat ini, serta pernyataan dari beberapa pejabat The Fed malam ini.