Pound Sterling Hadapi Tekanan saat Fokusnya Bergeser ke Keputusan Bank Sentral

  • Pound Sterling tetap lemah karena sentimen pasar yang suram menjelang data indeks harga PCE inti AS.
  • Inflasi Inggris yang tinggi akan memungkinkan para pembuat kebijakan BoE untuk mempertahankan nada hawkish pada suku bunga.
  • Dolar AS bertujuan untuk menguat lebih lanjut karena pertumbuhan PDB AS kuat.

Pound Sterling (GBP) melemah karena para investor menjadi berhati-hati menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BoE) dan Federal Reserve (Fed) minggu depan. Kedua bank sentral tersebut diprakirakan akan mempertahankan kebijakan moneter tidak berubah untuk keempat kali berturut-turut, tetapi panduan mengenai suku bunga untuk keseluruhan tahun 2024 akan diawasi dengan ketat.

Para pengambil kebijakan BoE diprakirakan akan menahan diri dari diskusi penurunan suku bunga karena perekonomian Inggris masih mengalami tekanan inflasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan AS. Namun demikian, para pembuat kebijakan dapat memberikan beberapa petunjuk mengenai penurunan suku bunga di masa depan. Ringkasan Proyeksi Ekonomi (RPE) yang diterbitkan setelah pertemuan The Fed terakhir menunjukkan rata-rata para anggota memprediksi tiga penurunan suku bunga pada tahun 2024.

Sebelum keputusan suku bunga The Fed, para pelaku pasar akan fokus pada data indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti untuk bulan Desember, yang akan dipublikasikan pada pukul 13:30 GMT (20:30 WIB). Para pengambil kebijakan The Fed dapat menekankan penurunan suku bunga setelah semester pertama 2024 jika data inflasi tetap tinggi.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Tergelincir di Tengah Suasana Pasar yang Suram

  • Pound Sterling secara luas masih sideways di sekitar 1,2700 karena para investor mengalihkan fokus ke keputusan suku bunga Bank of England, yang akan diumumkan minggu depan.
  • BoE diprakirakan mempertahankan suku bunga stabil di 5,25% untuk keempat kali berturut-turut.
  • Para investor akan mengamati dengan cermat apakah para pengambil kebijakan BoE akan mengikuti kebijakan The Fed atau European Central Bank (ECB) dan mulai mendiskusikan suku bunga.
  • Berbeda dengan ECB dan The Fed, para pembuat kebijakan BoE belum memberikan kerangka waktu atau proyeksi penurunan suku bunga di tengah tingginya tekanan inflasi.
  • Inflasi inti perekonomian Inggris di 5,1%, jauh dari tingkat yang diinginkan 2%, dan lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat dan Zona Euro (masing-masing 3,9% dan 3,4%).
  • Ini dapat berarti BoE menjadi bank sentral yang lamban di antara bank-bank sentral Group of Seven (G7) dalam memulai “kampanye penurunan suku bunga”.
  • Sementara itu, meningkatnya keyakinan di dunia usaha terhadap prospek perekonomian di tengah harapan penurunan suku bunga dapat membuat tekanan harga semakin berkepanjangan.
  • Angka-angka IMP, yang dilaporkan oleh S&P Global untuk bulan Januari, naik secara signifikan dan menandai awal 2024 yang menjanjikan. Selain itu, gangguan pasokan minyak di Laut Merah dapat meningkatkan tekanan inflasi di sektor manufaktur.
  • Ini dapat memungkinkan para pengambil kebijakan BoE untuk melonggarkan kebijakan suku bunga yang restriktif.
  • Sementara itu, sentimen suram di pasar telah meningkatkan daya tarik aset-aset safe-haven.
  • Data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat Amerika Serikat, yang dirilis pada hari Kamis, mengindikasikan bahwa perekonomian tumbuh dengan laju yang kuat, memungkinkan para pengambil kebijakan Federal Reserve (The Fed) untuk menahan penurunan suku bunga pada semester pertama 2024.
  • Indeks Dolar AS (DXY) bertujuan untuk mencapai kembali tertinggi hampir enam minggu di 103,80 karena para investor menjadi berhati-hati menjelang data indeks harga PCE inti untuk bulan Desember.
  • PCE inti bulanan diestimasi naik 0,2% di Desember dibandingkan 0,1% di November. Data inflasi tahunan naik pada laju yang lebih lambat di 3,0% dibandingkan sebelumnya 3,2%. Para pengambil kebijakan The Fed akan memberikan prospek suku bunga yang hawkish jika data ekonomi ternyata lebih buruk dari proyeksi.

Analisis Teknis: Pound Sterling Kesulitan di Sekitar 1,2700

GBPUSD
Pound Sterling kesulitan untuk bertahan di atas resistance angka bulat 1,2700 di tengah sentimen hati-hati di pasar. Pergerakan harga pada pasangan GBP/USD menunjukkan kontraksi volatilitas yang tajam. Permintaan jangka pendek Cable memudar karena kesulitan untuk bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 20-periode, yang diperdagangkan di sekitar 1,2700. Penyesuaian inventaris setelah rally tajam terlihat pada grafik harian, di tengah tidak adanya potensi pemicu ekonomi untuk panduan baru.

Relative Strength Index (RSI) 14-periode berosilasi di kisaran 40,00-60,00, mengindikasikan tidak adanya dorongan baru.

Survei Tingkat Pengangguran Spanyol 4Q Dicatat Di 11.76%, Di Bawah Harapan 11.9%

Survei Tingkat Pengangguran Spanyol 4Q Dicatat Di 11.76%, Di Bawah Harapan 11.9%
Leia mais Previous

EUR/USD: Sisi Bawah Tampaknya Terbuka ke Area 1,0790/1,0800 – ING

EUR/USD telah mendorong ke di bawah 1,0850. Para ekonom di ING menganalisis prospek Euro. EUR/CHF Masih Bisa Diperdagangkan Lebih Tinggi Sisi bawah
Leia mais Next