NZD/USD Naik Mendekati 0,6240 meski Izin Mendirikan Bangunan Selandia Baru Suram, Data IHK AS Dipantau

  • NZD/USD memulihkan penurunan baru-baru ini di tengah sentimen pasar yang risk-on.
  • Izin Mendirikan Bangunan Selandia Baru MoM turun 10,6% dibandingkan kenaikan sebelumnya sebesar 8,5%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang suram turut melemahkan Dolar AS.

NZD/USD menghentikan penurunan dua hari beruntun pada hari Kamis, naik mendekati 0,6240 selama sesi Asia. Dolar Selandia Baru (NZD) bergerak naik meskipun indikator pasar perumahan terkemuka menunjukkan penurunan jumlah izin untuk proyek-proyek konstruksi baru di negara tersebut.

Izin Mendirikan Bangunan Selandia Baru yang disesuaikan secara musiman (MoM) mengalami penurunan yang signifikan pada November 2023, turun 10,6%, level terendah dalam 15 bulan terakhir dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya yang naik 8,5%. Izin baru untuk bulan tersebut mencatat penurunan 24%. Jumlah persetujuan rumah baru yang disetahunkan terus menurun dari puncak sepanjang masa sebesar 51.015 yang tercatat untuk tahun yang berakhir Mei 2022.

Indeks Dolar AS (DXY) bergerak dalam tren menurun, dipengaruhi oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih lemah. DXY diperdagangkan lebih rendah di dekat 102,30, dengan imbal hasil obligasi AS bertenor 2 tahun dan 10 tahun masing-masing sebesar 4,36% dan 4,02% pada saat berita ini ditulis.

Selain itu, para pedagang menunjukkan peningkatan selera risiko, berspekulasi tentang kemungkinan lima kali penurunan suku bunga pada tahun 2024. Lebih lanjut, Presiden Federal Reserve (The Fed) New York, John Williams, mengatakan pada hari Rabu bahwa pasar keuangan terus sangat reaktif terhadap data baru. Williams menyampaikan jaminan dalam sikap The Fed saat ini dan mengusulkan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mempertimbangkan jalur suku bunga di masa depan.

Data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Desember dari Amerika Serikat (AS) dijadwalkan akan dirilis pada sesi Amerika Utara. Indikator ekonomi ini sangat penting dalam mengevaluasi tekanan inflasi dan berpotensi mempengaruhi ekspektasi pasar secara signifikan terkait sikap kebijakan moneter Federal Reserve AS.

 

Pratinjau Data IHK AS: Inflasi Desember Sedikit Meningkat Menjadi 3,2%, Inflasi Inti Turun Lebih Lanjut

Data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang berdampak tinggi untuk bulan Desember akan dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) pada hari K
Leer más Previous

USD/INR Menguat Menjelang Data IHK AS

Rupee India (INR) diperdagangkan dengan catatan positif pada hari Kamis, didukung oleh arus masuk asing yang kuat. Pada hari Rabu, Perdana Menteri Ind
Leer más Next