Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Berkonsolidasi di Sekitar $2.030, Tunggu IHK AS pada Hari Kamis

  • Harga emas tidak memiliki arah intraday yang pasti dan tetap dekat dengan level terendah multi-minggu yang ditetapkan pada hari Senin.
  • Kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi penghalang di tengah berkurangnya spekulasi pelonggaran The Fed yang lebih agresif.
  • Pergerakan harga USD yang lemah membantu membatasi sisi negatifnya menjelang laporan IHK AS pada hari Kamis.

Harga emas (XAU/USD) berusaha keras untuk mendapatkan traksi yang berarti setelah pullback di akhir hari sebelumnya dari area $2.040 dan berosilasi dalam kisaran perdagangan yang sempit selama sesi Asia pada hari Rabu. Para trader saat ini terlihat enggan dan lebih memilih untuk menunggu rilis angka inflasi konsumen terbaru pada hari Kamis sebelum memasang posisi baru.

Laporan IHK AS yang krusial akan mempengaruhi ekspektasi mengenai keputusan kebijakan The Fed di masa depan dan membantu dalam menentukan lintasan jangka pendek untuk harga Emas tanpa imbal hasil. Menuju ke risiko data utama, data makro AS yang masuk menunjukkan ekonomi yang masih tangguh, yang mengalami inflasi di atas target. Selain itu, pernyataan hawkish dari pejabat The Fed memaksa para investor untuk mengurangi ekspektasi mereka untuk pelonggaran kebijakan yang lebih agresif pada tahun 2024. Hal ini tetap mendukung kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS dan dipandang sebagai faktor kunci yang menjadi penghambat bagi logam mulia ini.

Selain itu, nada positif secara umum di sekitar pasar ekuitas semakin berkontribusi dalam membatasi harga Emas sebagai aset safe haven. Sementara itu, bank sentral AS, beralih ke sikap yang lebih berhati-hati pada pertemuan Desember dan mengisyaratkan bahwa mereka akan menurunkan biaya pinjaman pada tahun 2024. Namun, para pelaku pasar tetap tidak yakin mengenai waktu kapan The Fed akan mulai memangkas suku bunga. Hal ini membuat Dolar AS (USD) bertahan dan memberikan dukungan pada XAU/USD. Namun demikian, logam mulia ini masih berada dalam jarak yang cukup jauh dari level terendah hampir tiga minggu yang disentuh pada hari Senin.

Ke depannya, tidak ada data ekonomi yang relevan yang akan dirilis dari AS pada hari Rabu, membuat USD bergantung pada imbal hasil obligasi AS. Selain itu, sentimen risiko yang lebih luas dapat memberikan dorongan pada harga Emas dan memungkinkan para pedagang untuk mengambil peluang jangka pendek. Sementara itu, ketidakmampuan logam mulia ini untuk menarik pembeli mendukung prospek kelanjutan tren turun yang sudah mapan yang disaksikan selama sekitar dua minggu terakhir. 

 

Upah Riil Jepang Turun 3% meskipun Upah Nominal Naik 0,2%

Pendapatan Tunai Tenaga Kerja Jepang di bulan November secara luas meleset pada hari Rabu pagi, dengan upah nominal mencetak 0,2% YoY versus perkiraan
अधिक पढ़ें Previous

Pejabat Senior PBoC Mengisyaratkan Pelonggaran Lebih Lanjut yang Akan Datang

Zou Lan, kepala departemen kebijakan moneter People's Bank of China (PBOC), dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah Xinhua News Agency pada har
अधिक पढ़ें Next