Harga Emas Diprakirakan Naik Lebih Jauh Seiring Tingginya Optimisme Terhadap Penurunan Suku Bunga The Fed

  • Harga Emas kesulitan menentukan arah menjelang data indeks harga PCE inti AS.
  • Bostic dari The Fed tidak melihat adanya urgensi untuk menurunkan suku bunga di tengah kuatnya perekonomian AS.
  • Barkin dari The Fed tetap bergantung pada data untuk penurunan suku bunga di 2024.

Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan bolak-balik di sekitar $2.040 menjelang data indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti Amerika Serikat untuk bulan November, yang akan dirilis pada hari Jumat. Data inflasi pokok diprakirakan akan semakin melemah di tengah suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang lebih tinggi.

Meskipun ada peringatan dari para pengambil kebijakan The Fed bahwa bank sentral saat ini fokus untuk menjaga tingkat suku bunga yang bersifat membatasi untuk memastikan kembalinya inflasi ke 2%, investor cenderung berinvestasi pada Emas karena optimisme terhadap penurunan suku bunga pada tahun 2024. Bertentangan dengan proyeksi median yaitu tiga penurunan suku bunga oleh The Fed dalam pengumuman kebijakan moneternya minggu lalu, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic hanya melihat dua penurunan suku bunga.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Kesulitan Menentukan Arah

  • Harga Emas bersiap untuk naik lebih jauh di atas tertinggi 15 hari di sekitar $2.040,00 karena ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve pada tahun 2024 melebihi sikap mempertahankan suku bunga yang bersifat membatasi sampai stabilitas harga terjamin.
  • Logam mulia mempertahankan kenaikannya meskipun terdapat fakta bahwa para pengambil kebijakan The Fed meremehkan ekspektasi penurunan suku bunga lebih awal di tengah ketahanan perekonomian Amerika Serikat.
  • Mayoritas pengambil kebijakan The Fed berkomentar bahwa The Fed fokus pada menurunkan inflasi hingga 2% dibandingkan menurunkan suku bunga pada tahun 2024.
  • Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Senin bahwa tidak ada urgensi bagi bank sentral untuk menurunkan biaya pinjaman. Prioritas The Fed adalah menurunkan inflasi ke 2% karena kekuatan ekonomi AS dapat menunda kemajuan dalam mengurangi tekanan harga.
  • Bostic menambahkan bahwa penurunan suku bunga akan diperlukan sebelum inflasi kembali ke 2% untuk menghindari pukulan yang tidak perlu pada data lapangan kerja. Bostic menegaskan kembali pada hari Selasa bahwa ia memprakirakan dua penurunan suku bunga pada tahun 2024.
  • Menurut Fedwatch tool CME, pelaku pasar melihat hampir 70% peluang mendukung penurunan suku bunga pertama 25 basis poin (bp) pada bulan Maret. Kemungkinan penurunan suku bunga kedua pada bulan Mei adalah 60%.
  • Sebaliknya, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan bahwa penurunan suku bunga bergantung pada kinerja perekonomian pada tahun 2024. Ketika ditanya tentang prospek perekonomian, Barkin berkomentar bahwa perekonomian berada pada posisi yang baik karena meredanya inflasi dan Tingkat Pengangguran stabil.
  • Indeks Dolar AS (DXY) menemukan support menengah di dekat 102,00 setelah gagal melanjutkan pemulihan di atas 102,60 karena ekspektasi penurunan suku bunga telah melemahkan fundamentalnya.
  • Minggu ini, investor akan fokus pada data indeks harga PCE inti bulan November, yang dijadwalkan pada hari Jumat.
  • Menurut konsensus, data PCE inti bulanan diprakirakan tumbuh pada laju stabil 0,2%. Pada basis tahunan, pengukur inflasi yang disukai The Fed diprakirakan turun ke 3,3% dibandingkan sebelumnya 3,5%.
  • Terlepas dari pengukur inflasi yang disukai The Fed, investor akan fokus pada data Pesanan Barang Tahan Lama AS untuk bulan November. Investor memprakirakan permintaan barang-barang inti tumbuh 2,2% dibandingkan turun 5,4% di bulan Oktober.
  • Sementara itu, ketegangan geopolitik antara Israel dan Palestina kembali muncul, yang akan menambah kekuatan pada bullion.
  • Dewan Keamanan PBB sedang melakukan pembicaraan mengenai gencatan senjata di Gaza untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil.

Analisis Teknis: Harga Emas Terus Diperdagangkan Sideways di Dekat $2.040

Harga Emas terombang-ambing dalam kisaran perdagangan Selasa karena investor menunggu pengukur inflasi yang disukai The Fed untuk aksi lebih lanjut. Daya tarik yang lebih luas pada Emas adalah bullish karena harganya dengan percaya diri bertahan di atas Exponential Moving Averages (EMA) 20-hari dan 50-hari. Osilator momentum, yaitu Relative Strength Index (RSI) (14), berada di dekat 60,00. Penembusan tegas di atasnya akan memicu momentum bullish.

GBP/JPY Jatuh Akibat Laporan Inflasi Inggris yang Lebih Lemah dari yang Diantisipasi

Pasangan GBP/JPY menghadapi aksi jual yang tajam setelah rilis laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) Inggris yang lebih lemah dari proyeksi untuk bulan
আরও পড়ুন Previous

EUR/USD akan Naik ke 1,15 dan 1,18 pada Akhir Tahun 2024 dan 2025 – BNP Paribas

Dolar telah turun secara signifikan dari level tertingginya. Para ekonom di BNP Paribas menganalisis prospek Greenback terhadap Euro dan Yen. USD/JPY
আরও পড়ুন Next