Dolar AS Melemah Setelah Powell Berubah Dovish
- Dolar AS terus berada di zona merah setelah sell-off pada hari Rabu.
- Para pedagang bersiap menghadapi tiga keputusan bank sentral utama dalam satu hari.
- Indeks Dolar AS diperdagangkan dekat terendah November di sekitar 102,50.
Dolar AS (USD) mengalami koreksi yang sangat tajam pada hari Rabu selama pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) AS Jerome Powell. Pasar mengabaikan semua pernyataan mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut bila diperlukan dan kebebasan yang diberikan oleh The Fed untuk bereaksi dengan cara apa pun yang dianggap perlu untuk menurunkan inflasi ke 2%. Yang penting adalah proyeksi dot plot menunjukkan konsensus penurunan suku bunga pada tahun 2024.
Di sisi ekonomi, sejumlah besar data AS akan dirilis, yaitu Harga Impor dan Ekspor, Klaim Pengangguran, dan Penjualan Ritel. Selain itu, tidak kurang dari tiga bank sentral utama G7 akan membuat keputusan suku bunga. Diprakirakan terjadi pergerakan yang tidak terduga dan lonjakan volatilitas di masa depan, dengan kemungkinan penurunan Dolar AS dapat dengan mudah dipangkas.
Intisari Harian: BoE, ECB Bisa Mengikuti Jalur The Fed
- Sejumlah data ekonomi AS akan dirilis pada pukul 13:30 GMT/19:30 WIB:
- Indeks Harga Impor bulanan diprakiarkan tidak akan berubah di -0,8% di bulan November. Indeks Harga Impor tahunan turun 2% di Oktober.
- Indeks Harga Ekspor bulanan diprakirakan turun 1,1%. Dalam setahun, Indeks Harga Ekspor turun 4,9%.
- Klaim Pengangguran Awal diprakirakan tetap stabil di 220.000. Klaim Pengangguran Lanjutan diprakirakan naik, dari 1,861 juta menjadi 1,887 juta.
- Penjualan Ritel untuk bulan November diprakirakan turun 0,1% pada bulan pelaporan. Penjualan Ritel tidak termasuk mobil diprakirakan menyusut 0,1%. Revisi angka sebelumnya juga dapat menjadi faktor penggerak pasar.
- Sejumlah besar Bank Sentral juga akan menjadi sorotan:
- Swiss Central Bank (SNB) mempertahankan suku bunganya tidak berubah di 1,75%.
- Bank Sentral Norwegia (Norges Bank) menaikkan suku bunga 25 basis poin, dari 4,25% menjadi 4,50%. Ini memicu apresiasi substansial Krone Norwegia terhadap Greenback sebesar 2,5% (USD/NOK) pada saat artikel ini ditulis.
- Bank of England mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di 5,25%. Hasil voting menunjukkan 6 anggota mendukung mempertahankan suku bunga dan 3 anggota memilih untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Pound Sterling menguat 1% terhadap Greenback pada saat artikel ini ditulis.
- Pada pukul 13:15 GMT/20:15 WIB, European Central Bank (ECB) akan mengeluarkan keputusan suku bunga. Ekspektasi suku bunga deposit tidak berubah di 4%. Presiden ECB, Christine Lagarde, akan berbicara pada pukul 13:45 GMT/20:45 WIB. Ekspektasinya ECB akan berubah menjadi dovish dan mempersiapkan pasar untuk menghadapi penurunan suku bunga pada tahun 2024.
- Sentimen risk-on di seluruh bursa ekuitas. Indeks Hang Seng Tiongkok naik 1% pada bel penutupannya. Ekuitas Eropa melonjak lebih tinggi, dengan Dax Jerman naik lebih dari 1%. Ekuitas berjangka AS mengikuti menjelang sesi perdagangan AS dengan kenaikan hampir 0,50%.
- FedWatch Tool milik CME Group menunjukkan bahwa pasar menilai peluang 79,3% Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan 31 Januari. Sekitar 20,7% menilai penurunan suku bunga pertama akan segera terjadi.
- Imbal hasil Obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun diperdagangkan dekat 3,95%, turun signifikan karena pasar sudah memperhitungkan beberapa penurunan suku bunga pada tahun 2024.
Analisa Teknis Indeks Dolar AS: The Fed akan Menjadi yang Pertama, Sisanya akan Menyusul
Dolar AS mempunyai beban yang harus dibayar pada Rabu malam setelah keputusan terakhir suku bunga The Fed untuk tahun 2023. Dot plot menunjukkan penurunan suku bunga di tahun 2024, meskipun ini seharusnya bukan hal yang baru bagi para pedagang karena Fed futures telah mengarah ke adanya penurunan suku bunga di 2024 pada musim panas lalu. Dengan beberapa bank sentral lain yang siap mengeluarkan pengumuman dovish dan prediksi penurunan suku bunga pada tahun 2024, hanya masalah waktu sebelum pasar menyesuaikan taruhan mereka untuk mendukung Dolar AS. Dalam hal perbedaan rate, Dolar AS masih sebagai penghasil imbal hasil yang kuat, dan Greenback dapat kembali melihat aliran masuk investor yang besar, sehingga membuat Indeks Dolar AS (DXY) melonjak lebih tinggi lagi.
Indeks Dolar AS DXY masih bisa naik kembali ke level-level rata-rata yang terlihat baru-baru ini. Level pertama yang harus pulih adalah 103,00 sebagai angka besar. Selanjutnya, 103,52 – dekat Simple Moving Average (SMA) 200-hari – adalah kandidat ideal untuk dituju. Dari sana, 104,00 dan 104,60 (SMA 100-hari) adalah level yang perlu diperhatikan.
Di sisi bawah, peluang untuk penurunan lebih lanjut terbuka lebar. Satu-satunya level yang menghalangi DXY untuk menuju ke 101,00 adalah terendah November di dekat 102,46. Setelah ditembus, area besar terbuka menuju 101,00, dengan 102,00 bertahan sebentar sebagai support.