USD/MXN Mencoba Memulihkan Pelemahan Baru-Baru Ini, Diperdagangkan di Dekat 18,1600
- USD/MXN melemah karena data ekonomi Meksiko menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat.
- Tingkat Pengangguran Meksiko turun ke 2,9% di bulan September dari angka sebelumnya 3%.
- Berkurangnya kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed membebani Dolar AS.
USD/MXN mengambang, mengoreksi pelemahan yang tercatat di sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 18,1600 selama sesi Asia pada hari ini (Jumat, 27/10). Peso Meksiko (MXN) melonjak karena data ketenagakerjaan Meksiko menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat, yang menunjukkan kekuatan ekonomi Meksiko yang bertahan lama.
Tingkat Pengangguran Meksiko turun ke 2,9% di bulan September, turun dari 3% di bulan Agustus. Deputi Gubernur Jonathan Heath dari Bank of Mexico (Banxico) menyebutkan bahwa meningkatnya utang pemerintah pada tahun 2024 akan menambah lapisan lain pada pertempuran inflasi, menyoroti desinkronisasi antara kebijakan moneter dan fiskal.
Selain itu, data Produk Domestik Bruto (PDB) awal yang disetahunkan dari Amerika Serikat (AS) meningkat ke 4,9% pada kuartal ketiga. Angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembacaan sebelumnya yaitu ekspansi 2,1% dan ekspektasi 4,2% ini dapat membantu Dolar AS (USD) untuk mempertahankan lintasan kenaikannya.
Dari sisi ketenagakerjaan, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan AS untuk minggu yang berakhir pada tanggal 21 Oktober naik menjadi 210 Ribu dari 200 Ribu sebelumnya, menunjukkan dampak dari kenaikan suku bunga di AS. Skenario ini dapat mengurangi kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) AS hingga akhir 2023.
Indeks Dolar AS (DXY) menerima tekanan turun akibat penurunan imbal hasil Treasury AS yang diamati pada sesi sebelumnya, dengan penawaran mendekati 106,60 pada saat artikel ini ditulis.
Selain itu, Greenback menghadapi tekanan turun setelah pernyataan dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell baru-baru ini. Ketua Pembuat Kebijakan menyatakan bahwa bank sentral tidak memiliki rencana segera untuk menaikkan suku bunga. Namun, Powell juga mencatat bahwa pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dapat dilakukan jika ada bukti substansial dari pertumbuhan yang melebihi norma.
Para investor menunggu data Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS pada hari Jumat, untuk mencari dorongan lebih lanjut pada gambaran ekonomi AS.