Harga Emas Konsolidasi saat Investor Amati Perkembangan Baru Ketegangan di Timur Tengah
- Harga Emas kesulitan menentukan arah karena investor mencari perkembangan baru mengenai konflik Israel-Hamas dan data penting ekonomi AS.
- Dolar AS dan imbal hasil obligasi turun saat investor menunggu PDB AS pada kuartal ketiga dan pengukur inflasi yang disukai The Fed.
- IMP Manufaktur AS diprakirakan akan tetap berada di bawah ambang batas 50,0 untuk ke-12 kali berturut-turut.
Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan bolak-balik dalam kisaran sempit saat investor mencari perkembangan baru terkait ketegangan Israel-Palestina. AS mendesak militer Israel untuk menunda serangan darat di Gaza, dan memberikan preferensi pada operasi pembebasan sandera dan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk warga sipil. Selain itu, investor menunggu rilis indikator-indikator ekonomi penting yang akan menentukan prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Harga Emas tetap didukung, dalam skala yang lebih luas, karena Israel terus melancarkan serangan udara di Gaza, yang telah mengakibatkan lebih dari 5 ribu kematian dan 15 ribu korban jiwa. Sementara itu, imbal hasil obligasi jangka panjang dan Dolar AS melemah karena investor berharap The Fed selesai menaikkan suku bunga. Ke depan, investor akan fokus pada data Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal Juli-September dan pengukur inflasi yang disukai The Fed untuk bulan September.
Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Diperdagangkan Tanpa Arah Menjelang Data IMP S&P Global
- Harga Emas diperdagangkan beragam di sekitar $1.980,00 saat investor mencari perkembangan baru seputar konflik Israel-Palestina dan data penting ekonomi AS minggu ini.
- Prospek yang lebih luas untuk harga Emas tetap optimis karena ketegangan di Timur Tengah membuat penawaran beli safe-haven semakin menguat.
- Logam mulia kesulitan menemukan arah di tengah tertundanya rencana serangan darat oleh pasukan militer Israel. Pelaku pasar mengantisipasi pasukan Israel bersiap semaksimal mungkin sebelum melakukan serangan darat ke Gaza dengan membongkar posisi militer Palestina.
- Sementara itu, AS telah mendesak Israel untuk menunda serangan darat yang telah diantisipasi secara luas, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk pembebasan sandera dan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi warga sipil.
- Imbal hasil obligasi jangka panjang telah turun tipis dari tertinggi multi-tahun 5,02% karena investor menjadi berhati-hati menjelang serangkaian indikator ekonomi AS.
- Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10-tahun telah turun ke 4,81% karena para pengambil kebijakan Federal Reserve terus mendukung tidak adanya kenaikan suku bunga lagi karena imbal hasil yang lebih tinggi secara konsisten berdampak pada kondisi keuangan.
- Para pengambil kebijakan The Fed menyampaikan bahwa imbal hasil obligasi yang tinggi telah memberi waktu kepada bank sentral untuk menilai dampak kenaikan suku bunga yang dilakukan selama ini.
- Untuk kejelasan lebih lanjut mengenai prospek suku bunga The Fed, investor menunggu pidato Ketua The Fed Jerome Powell, yang dijadwalkan pada hari Rabu.
- Pekan lalu, Jerome Powell mempertahankan harapan pengetatan kebijakan lebih lanjut jika perekonomian AS tetap tangguh. Dia mengakui bahwa permintaan tenaga kerja tetap optimis dan belanja konsumen tetap kuat meskipun ada upaya signifikan untuk meredakan inflasi dengan menaikkan suku bunga.
- Mengenai prospek suku bunga, Powell mengatakan bahwa pengetatan kebijakan lebih lanjut akan sangat bergantung pada indikator-indikator ekonomi, perkembangan prospek, dan ketegangan geopolitik.
- Pekan ini, rilis PDB kuartal ketiga, Pesanan Barang Tahan Lama, dan indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti untuk bulan September akan diawasi dengan ketat.
- Para ekonom memprakirakan ekonomi AS tumbuh 4,2% pada basis tahunan, dua kali lipat tingkat pertumbuhan 2,1% pada data sebelumnya.
- Sebelum data PDB AS, investor akan fokus pada data IMP pendahuluan S&P Global untuk bulan Oktober, yang akan dipublikasikan pada pukul 13:45 GMT (20:45 WIB). Menurut estimasi, IMP Manufaktur turun ke 49,5 dibandingkan angka bulan September 49,8. IMP Jasa diprakirakan sedikit turun di bawah ambang batas 50,0 ke 49,9 dibandingkan rilis sebelumnya 50,1.
- Aktivitas pabrik AS diprakirakan akan tetap berada dalam fase kontraksi selama 12 bulan berturut-turut.
- Indeks Dolar AS (DXY) turun tajam mendekati 105,50 karena The Fed diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di kisaran 5,25-5,50% pada pertemuan kebijakan moneter bulan November.
- Menurut Fedwatch tool CME, para pedagang melihat The Fed hampir pasti mempertahankan suku bunga tidak berubah di 5,25-5,50%. Peluang kenaikan suku bunga satu kali lagi dalam dua pertemuan kebijakan moneter yang tersisa pada tahun 2023 tetap berada di sekitar 24%.
Analisis Teknis: Harga Emas Diperdagangkan Beragam di Sekitar $1.980
Harga Emas menunjukkan kontraksi volatilitas dekat $1.980,00 menjelang data ekonomi penting AS. Logam mulia berbalik sideways setelah gagal melanjutkan kenaikan di atas penghalang psikologis $2.000. Exponential Moving Averages (EMA) 20- dan 50-hari telah menghasilkan persilangan bullish di atas EMA 200-hari, yang membenarkan lebih banyak kenaikan.