USD/JPY Turun ke 147,10 di Tengah Pelemahan USD, Memperhatikan Data AS

  • USD/JPY kehilangan momentum di dekat 147,12 di tengah melemahnya Dolar AS.
  • Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Agustus naik 0,6% MoM versus 0,2% sebelumnya.
  • Pelaku pasar memprkairakan perubahan besar-besaran dalam prospek kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) setelah sejumlah komentar hawkish BoJ.

Pasangan USD/JPY kehilangan traksi hingga di bawah pertengahan 147,00-an selama awal sesi Asia hari Kamis. Melemahnya Dolar AS (USD) menyeret pasangan USD/JPY lebih rendah dan saat ini diperdagangkan di dekat 147,12, turun 0,23% pada hari ini.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengungkapkan pada hari Rabu bahwa inflasi utama bulan Agustus merupakan kenaikan bulanan tertinggi dalam 14 bulan terakhir dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS naik 0,6% MoM dari 0,2% pada pembacaan sebelumnya. Sementara itu, angka tahunan mencapai 3,7% dari 3,2%, mengalahkan ekspektasi pasar. IHK inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak naik 0,3% MoM dari 0,2% di bulan Juli. IHK inti tahunan mencapai 4,3% dibandingkan 4,7% sebelumnya.

Merespon data tersebut, Dolar AS (USD) melonjak dan kemudian kehilangan traksi karena pasar mengantisipasi bahwa suku bunga tidak akan berubah pada pertemuan FOMC minggu depan. Namun, angka-angka tersebut mengimplikasikan bahwa The Fed harus mewaspadai adanya akselerasi inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Para investor telah memperkirakan 97% kemungkinan suku bunga tidak berubah di bulan September pada 5,25%-5,50%. Namun, kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan November meningkat menjadi 49,2%, menurut CME Fedwatch Tool.

Dari sisi Yen Jepang, para pelaku pasar memperkirakan adanya perubahan besar-besaran dalam outlook kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) menyusul sejumlah komentar hawkish dari Gubernur BoJ Kazuo Ueda yang disampaikan di akhir pekan. Gubernur BoJ Ueda menyatakan pada hari Senin dalam sebuah wawancara bahwa bank sentral dapat keluar dari kebijakan suku bunga negatif ketika target inflasi 2% sudah dekat dan mereka akan memiliki bukti yang cukup pada akhir tahun untuk mengevaluasi apakah suku bunga harus tetap negatif. Lebih lanjut, Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengatakan pada hari Rabu bahwa ia akan berusaha untuk melakukan manajemen hutang dengan tepat.

Mengenai data, Kantor Kabinet menunjukkan pada hari Kamis bahwa Pesanan Mesin Jepang turun 13% di bulan Juli dari penurunan 5,8% di bulan sebelumnya. Secara bulanan, angka tersebut turun 1,1% dari kenaikan 2,7% di bulan Juni. Kedua angka tersebut berada di bawah konsensus pasar.

Selanjutnya, para trader akan mengawasi Klaim Pengangguran Awal AS, Indeks Harga Produsen (IHP), dan Penjualan Ritel yang akan dirilis pada hari Kamis. Para pedagang akan mengambil isyarat dari angka-angka ini dan menemukan peluang perdagangan di sekitar USD/JPY.

 

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Pulih dari Terendah Tiga Minggu, Potensi Kenaikan Tampak Terbatas

Harga emas naik tipis selama sesi Asia pada hari Kamis dan untuk saat ini, tampaknya telah menghentikan penurunan beruntun selama dua hari ke level te
了解更多 Previous

Ekspektasi Inflasi Konsumen Australia September Turun Dari Sebelumnya 4.9% Ke 4.6%

Ekspektasi Inflasi Konsumen Australia September Turun Dari Sebelumnya 4.9% Ke 4.6%
了解更多 Next