Harga Emas Melemah Seiring Meredanya Kekhawatiran Resesi AS

  • Harga Emas mencapai terendah empat hari seiring dengan penguatan Dolar AS.
  • Pertumbuhan upah di AS melambat karena para pekerja semakin enggan berpindah pekerjaan.
  • Harapan terjadinya soft landing semakin besar karena Tingkat Pengangguran AS naik tajam ke 3,8%.

Harga Emas (XAU/USD) mengkonsolidasikan tren menurunnya karena Dolar AS tetap tangguh akibat sentimen pasar yang bearish dan pertumbuhan lapangan kerja yang stabil di AS. Logam kuning menghadapi tekanan karena Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Daya tarik terhadap Dolar AS meningkat secara signifikan karena perekonomian AS diprakirakan akan terhindar dari resesi karena berkurangnya inflasi dan pasar kerja stabil.

Pertumbuhan upah AS melambat pada bulan Agustus karena para pekerja tampaknya tetap mempertahankan pekerjaan mereka saat ini karena menurunnya kepercayaan terhadap pasar tenaga kerja. Setelah data minggu lalu mengarah ke pertumbuhan lapangan kerja stabil, pertumbuhan upah lebih lambat, dan aktivitas pabrik stabil secara umum, investor mengalihkan fokus mereka ke IMP Jasa ISM untuk bulan Agustus, yang akan dirilis pada hari Rabu. IMP diprakirakan stabil secara umum di 52,6 karena permintaan terhadap jasa tetap kuat.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Turun karena Penguatan Dolar AS

  • Harga Emas terkoreksi di bawah konsolidasi lima hari yang terbentuk dalam kisaran antara $1.939 dan $1.945 meskipun bias yang lebih luas tetap positif karena investor berharap Federal Reserve selesai menaikkan suku bunga.
  • Menurut FedWatch Tool CME Group, terdapat kemungkinan 60% suku bunga tidak akan berubah di 5,25%-5,50% pada akhir tahun.
  • Logam mulia tetap sideways karena perdagangan sepi karena liburan. Pasar AS ditutup pada hari Senin karena Hari Buruh.
  • Harapan soft landing The Fed semakin meningkat pada hari Jumat karena data menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran AS naik tajam ke 3,8% dan pertumbuhan upah melambat pada bulan Agustus, yang menambah tanda-tanda mendinginnya pasar tenaga kerja.
  • Data terbaru mengindikasikan bahwa para pekerja di AS menghindari berpindah pekerjaan sesering beberapa bulan terakhir, sebuah tanda berkurangnya kepercayaan terhadap pasar tenaga kerja. Namun, pertumbuhan upah tetap lebih tinggi bagi pekerja yang berpindah pekerjaan dibandingkan pekerja yang tetap pada pekerjaannya.
  • Pertumbuhan upah yang lebih lambat, dan dengan demikian lebih rendahnya uang yang bisa dibelanjakan, akan memperlambat momentum belanja konsumen dan mengurangi dampak inflasi yang kaku.
  • Indeks Dolar AS (DXY) mencapai tertinggi tiga bulan di atas 104,50. USD terlihat didukung oleh data pasar tenaga kerja yang masih kuat pada bulan Agustus, mengimbangi fakta bahwa IMP Manufaktur tetap di bawah ambang batas 50,0 selama sepuluh bulan berturut-turut.
  • Meskipun terdapat pelonggaran signifikan terhadap taruhan sikap hawkish The Fed, Dolar AS tetap tangguh karena kekhawatiran akan resesi ekonomi AS telah mereda.
  • Para analis di Goldman Sachs melihat peluang 15% perekonomian AS akan tergelincir ke dalam resesi karena inflasi mereda dan pertumbuhan lapangan kerja tetap solid. Sebelumnya, ekspektasi resesi ekonomi AS berada di 20%.
  • Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengatakan pada hari Jumat bahwa permintaan dan penawaran di pasar tenaga kerja mencapai keseimbangan yang lebih baik tetapi pasar kerja masih kuat. Dia lebih lanjut menambahkan bahwa meskipun pertumbuhan lapangan kerja melambat dan lowongan kerja menurun, Tingkat Pengangguran tetap rendah.
  • Data Pesanan Pabrik untuk bulan Juli akan tetap menjadi titik fokus. Pesanan diprakirakan turun 0,1% pada bulan pelaporan. Pada bulan Juni, pesanan baru naik 2,3%. Data manufaktur ISM menunjukkan pekan lalu bahwa perusahaan-perusahaan memangkas belanja untuk penumpukan persediaan dan fokus pada peningkatan margin.
  • Minggu ini, fokus utamanya adalah pada IMP Jasa ISM bulan Agustus, yang akan dipublikasikan pada hari Rabu. IMP diprakirakan stabil secara umum di 52,6.
  • Investor memprakirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil pada bulan September namun bank sentral AS kemungkinan akan tetap membuka kemungkinan pengetatan kebijakan lebih lanjut. Investor masih beragam atas apakah The Fed akan membahas penurunan suku bunga.

Analisis Teknis: Harga Emas Meraih Terendah Baru Empat Hari

Harga Emas meraih terendah baru empat hari setelah penembusan konsolidasi yang terbentuk di kisaran $1.939-$1.945 karena Indeks Dolar AS melanjutkan tren naiknya. Logam mulia jatuh ke dekat Exponential Moving Average (EMA) 50-hari di $1.932,00. Namun, harga masih berada di atas EMA 20-hari, yang mengindikasikan bahwa tren jangka pendeknya adalah bullish.

Relative Strength Index (RSI) kesulitan untuk naik ke kisaran bullish 60,00-80,00. Jika indeks berhasil mencapai level-level tersebut, maka akan mengaktifkan dorongan bullish.

Produk Domestik Bruto (Thn/Thn) Afrika Selatan 2Q Keluar Sebesar 1.6%, Di Atas Perkiraan 1.3%

Produk Domestik Bruto (Thn/Thn) Afrika Selatan 2Q Keluar Sebesar 1.6%, Di Atas Perkiraan 1.3%
अधिक पढ़ें Previous

USD/JPY Menghadapi Beberapa Konsolidasi Dalam Waktu Dekat – UOB

Menurut pendapat Ekonom Lee Sue Ann dan Ahli Strategi Pasar Quek Ser Leang di UOB Group, USD/JPY kini terlihat bergerak di kisaran 144,50-147,20. Kut
अधिक पढ़ें Next