Berita Harga USD/IDR: Rupiah Turun ke 15.320, Menanti Keputusan Suku Bunga BI

  • USD/IDR bertahan di posisi positif di dekat 15,325 di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penguatan USD.
  • Bank Indonesia (BI) diharapkan akan mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75% pada hari Kamis.
  • Ketidakpastian dalam perekonomian Tiongkok akan menjadi beban bagi pertumbuhan Indonesia.
  • Investor akan memantau keputusan suku bunga BI dan pidato Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell.

USD/IDR melanjutkan kenaikannya mendekati 15.325 menjelang awal sesi Eropa pada hari Selasa. Pembelian Dolar AS yang masih berlangsung didukung oleh antisipasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memperpanjang siklus pengetatan. Para pelaku pasar menunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada hari Kamis dan pidato Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell di Simposium Jackson Hole pada hari Jumat untuk mendapatkan dorongan baru.

Meskipun begitu, bank sentral Indonesia diharapkan akan mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75% untuk 7 pertemuan berturut-turut pada hari Kamis dan sepanjang tahun ini, menurut sebuah jajak pendapat Reuters yang dilakukan antara tanggal 14 dan 21 Agustus.

Selain itu, pelemahan Rupiah juga didorong oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi dan menguatnya nilai tukar Rupiah. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencapai 4,344% setelah naik ke 3,366% yang merupakan level tertinggi di tahun 2007. Sementara itu, imbal hasil obligasi Indonesia bertenor 10 tahun naik menjadi 6,725%, level tertinggi sejak bulan April.

Selain itu, penurunan suku bunga yang lebih kecil daripada yang diantisipasi oleh People's Bank of China (PBoC) pada hari Senin menekan Rupiah. Bank sentral Tiongkok memangkas suku bunga acuan pinjaman (Loan Prime Rate/LPR) untuk satu tahun sebesar 10 basis poin (bp) menjadi 3,45% dari 3,55% dan mempertahankan LPR untuk lima tahun tidak berubah di 4,2%. Ketidakpastian dalam perekonomian RRT akan menjadi beban bagi pertumbuhan Indonesia. Meskipun begitu, pihak berwenang RRT melaporkan pada hari Ahad bahwa negara ini akan mengatur bantuan keuangan untuk mengatasi kekhawatiran hutang pemerintah lokal, menurut Reuters. Hal ini, pada gilirannya, dapat membatasi pelemahan Rupiah dan bertindak sebagai penghalang bagi USD/IDR.

Dari sisi Dolar AS, para investor meningkatkan spekulasi mereka terhadap kenaikan suku bunga tambahan oleh Federal Reserve (Fed) meskipun data tenaga kerja yang kuat dan data inflasi yang lebih lemah pekan lalu. Pidato Ketua Fed Jerome Powell pada hari Jumat akan menjadi panduan bagi para investor dan dapat memberikan wawasan tentang kondisi ekonomi. Nada yang hawkish dapat mendorong Greenback terhadap mata uang-mata uang lainnya.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati keputusan kebijakan moneter BI pada hari Kamis. Pidato Ketua Fed Jerome Powell di Simposium Jackson Hole pada hari Jumat akan menjadi sorotan pekan ini. Para pedagang akan memperhatikan data-data tersebut dan mencari peluang di sekitar USD/IDR.

 

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Norwegia 2Q Tenggelam Dari Sebelumnya 0.2% Ke 0%

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Norwegia 2Q Tenggelam Dari Sebelumnya 0.2% Ke 0%
了解更多 Previous

Prakiraan Harga Emas: Pemulihan XAU/USD Kehilangan Momentum di Bawah $1.920 – Confluence Detector

Harga Emas (XAU/USD) menggambarkan konsolidasi bearish pada level terendah dalam lima bulan terakhir sembari mempertahankan pemulihan di awal pekan di
了解更多 Next