EUR/USD Bertahan di Atas 1,1000 karena Indeks USD Melanjutkan Penurunan Beruntun, Inflasi AS Dipantau
- EUR/USD mempertahankan perdagangan dengan percaya diri di atas 1,1000 di tengah aksi jual vertikal dalam Indeks USD.
- Indeks Dolar AS berada di bawah tekanan berat karena kenaikan suku bunga bulan Juli oleh The Fed dapat kenaikan terakhir.
- Tekanan inflasi dalam ekonomi Jerman secara signifikan lebih tinggi daripada negara-negara lain di benua lama.
Pasangan EUR/USD mempertahankan perdagangan dengan nyaman di atas resistance psikologis 1,1000 di sesi Asia. Pasangan mata uang utama ini mendapatkan kekuatan yang sangat besar karena Indeks Dolar AS (DXY) melanjutkan penurunan selama tiga hari.
Indeks S&P500 berjangka telah menambah keuntungan nominal di Tokyo. Ekuitas AS cukup banyak dibeli pada hari Senin, menggambarkan sentimen pasar yang optimis. Indeks USD telah memperbarui level terendah dua bulannya di 101,74 meskipun peluang kenaikan suku bunga sekali lagi dari Federal Reserve (Fed) di bulan Juli masih ada. Sesuai dengan alat CME Fedwatch, lebih dari 92% peluang mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp), yang akan mendorong suku bunga menjadi 5,25-5,50%.
Indeks Dolar AS berada di bawah tekanan berat karena kenaikan suku bunga bulan Juli oleh ketua Fed Jerome Powell dapat menjadi kenaikan terakhir karena kondisi pasar tenaga kerja yang ketat berkurang dan tekanan inflasi melunak secara konsisten.
Ke depannya, data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu akan sangat diperhatikan. Sesuai dengan laporan awal, IHK utama bulanan menunjukkan laju yang lebih tinggi sebesar 0,3% dibandingkan dengan laju sebelumnya sebesar 0,1%. Selain itu, inflasi inti yang tidak termasuk harga minyak dan makanan diharapkan akan sesuai dengan laju IHK utama.
Dari sisi Zona Euro, investor menunggu pembacaan akhir data inflasi Jerman. Tekanan inflasi dalam ekonomi Jerman secara signifikan lebih tinggi daripada negara-negara lain di benua lama, yang akan menjaga peluang pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Bank Sentral Eropa (ECB) tetap sehat.
Anggota Dewan Gubernur ECB Francois Villeroy de Galhau mengatakan pada akhir pekan lalu, "Suku bunga Zona Euro akan segera mencapai titik tertingginya, namun akan lebih merupakan dataran tinggi daripada puncaknya."