Pemulihan USD/JPY Desak 139,00 di Tengah imbal Hasil yang Stabil, Sentimen yang Berhati-hati Jelang NFP AS

  • USD/JPY menghentikan tren turun empat hari dengan kenaikan ringan di level terendah mingguan.
  • Konsolidasi pasar menjelang NFP AS, kurangnya sejumlah data/acara penting di tempat lain memungkinkan pasangan Yen ini untuk beristirahat.
  • Surutnya taruhanatas sikap hawkish The Fed menyoroti laporan lapangan pekerjaan AS hari ini, statistik yang suram dapat menyenangkan para pembeli Yen.

USD/JPY memangkas kerugian mingguan di sekitar 138,85-90 selama sesi yang membosankan di awal hari Jumat karena para trader menunggu laporan pekerjaan AS di tengah kalender yang ringan di Jepang. Menambah kekuatan pada kelambanan pasar bisa jadi adalah perasaan campur aduk mengenai Federal Reserve AS (Fed) dan Bank of Japan (BoJ) akhir-akhir ini, serta pasar obligasi yang tidak aktif pada saat berita ini ditulis.

Meskipun demikian, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun mencetak kenaikan harian pertama dalam enam hari terakhir karena memantul dari level terendah dua minggu menjadi 3,61% pada saat berita ini ditulis, sedangkan obligasi bertenor dua tahun stabil di dekat level terendah mingguan di sekitar 4,35% setelah tren penurunan selama tiga hari. Perlu dicatat bahwa Kontrak Berjangka S&P500 tetap sedikit positif meskipun kinerja Wall Street optimis.

Di sisi lain, pelemahan Dolar AS adalah katalis terbesar yang mendukung pembeli Yen. Indeks Dolar AS (DXY) berada di sekitar 103,56 pada saat berita ini ditulis, setelah turun paling banyak dalam sebulan terakhir dan berbalik dari level tertinggi sejak pertengahan Maret pada hari sebelumnya.

Jika kita menelusuri penyebab utama kejatuhan USD, harga pasar untuk kenaikan suku bunga The Fed dan optimisme yang hati-hati mengenai Tiongkok, serta kesepakatan pagu utang AS tampaknya mendapatkan perhatian utama. Perlu dicatat bahwa suku bunga berjangka menunjukkan bahwa harga pasar untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) turun, dari 17 basis poin (bps) di bulan Juni pada hari Rabu menjadi 7 bps pada hari Kamis. Di balik penurunan taruhan atas sikap hawkish The Fed adalah data AS yang baru-baru ini beragam dan tidak adanya pembicaraan The Fed yang kuat.

Berbicara mengenai data, Perubahan Ketenagakerjaan ADPAS turun menjadi 278 Ribu di bulan Mei dari 291 Ribu sebelumnya (direvisi) namun melampaui prakiraan pasar 170 Ribu. Pada baris yang sama, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan naik melewati 230 Ribu sebelumnya menjadi 232 Ribu, dibandingkan 235 Ribu yang diharapkan. Lebih lanjut, IMP Manufaktur ISM AS turun menjadi 46,9 di bulan Mei dibandingkan dengan 47,0 yang diantisipasi dan 47,1 pembacaan sebelumnya, sementara IMP Manufaktur S&P Global melemah ke 48,4 dari 48,5 sebelumnya. Selain itu, Indeks Biaya Ketenagakerjaan AS menurun sementara indeks sentimen konsumen membaik tetapi perinciannya tidak mengesankan.

Di tempat lain, Presiden Federal Reserve Bank of St Louis, James Bullard, baru-baru ini menerbitkan sebuah analisis di mana The Fed menerima bahwa prospek disinflasi yang berkelanjutan adalah baik tetapi tidak terjamin, dan kewaspadaan yang berkelanjutan diperlukan.

Di dalam negeri, angka inflasi yang lebih tinggi dan data Perdagangan Ritel, yang diterbitkan pada awal minggu ini, mendorong Bank of Japan (BoJ) menuju tingkat suku bunga yang lebih tinggi meskipun Kepala Ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan pada hari Kamis, masih terlalu dini bagi Bank of Japan (BoJ) untuk mengetatkan kebijakan moneter karena penahan ekspektasi inflasi ke target 2% akan membutuhkan waktu.

Selanjutnya, petunjuk ketenagakerjaan bulanan AS dan putaran terakhir dari pembicaraan The Fed menjelang periode sebelum Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) bagi para pengambil kebijakan akan diawasi dengan cermat untuk mendapatkan arah yang jelas. Prakiraan menunjukkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) akan turun menjadi 190 Ribu dari 253 Ribu  sebelumnya sementara Tingkat Pengangguran juga diprakirakan akan meningkat ke 3,5% dari 3,4%. Perlu dicatat bahwa pengesahan RUU pagu utang oleh Senat AS dan penghindaran dari masalah gagal bayar juga harus diperhatikan sebagai panduan yang jelas.

Analisis Teknis

Meskipun terjadi pemulihan terbaru, pasangan USD/JPY tetap berada di bawah rintangan langsung MA 10 hari di sekitar 139,50, yang pada gilirannya bergabung dengan sinyal MACD yang bearish dan garis RSI (14) yang stabil akan menjaga agar para penjual tetap optimis.

Basis Moneter (Thn/Thn) Jepang Mei Keluar Sebesar -1.1%, Di Atas Perkiraan -2.3%

Basis Moneter (Thn/Thn) Jepang Mei Keluar Sebesar -1.1%, Di Atas Perkiraan -2.3%
Mehr darüber lesen Previous

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Wasapadi Penembusan Berkelanjutan Di Atas $1.980

Harga emas (XAU/USD) telah bertemu dengan tekanan jual marjinal setelah gagal bertahan di atas resistance penting $1.980,00 di sesi Asia. Logam mulia
Mehr darüber lesen Next