GBP/USD Rebut Kembali Wilayah 1,2400, USD Kehilangan Momentum
- GBP/USD memantul dari terendah sebelumnya di dekat 1,2360.
- Angka inflasi Inggris secara mengejutkan naik pada bulan April.
- Gubernur BoE Bailey mengatakan ekspektasi inflasi mundur.
Menyusul penurunan sebelumnya ke terendah baru bulanan di dekat 1,2360, GBP/USD berhasil mendapatkan kembali keseimbangan dan merebut kembali lingkungan 1,2400 di balik hilangnya daya tarik dalam dolar AS.
GBP/USD Sekarang Menantikan Risalah FOMC
GBP/USD sekarang naik dan turun di sekitar wilayah 1,2400 saat sesi perdagangan Eropa akan ditutup pada hari Rabu.
Sementara itu, pound Inggris tetap di bawah pengawasan setelah angka inflasi Inggris yang lebih tinggi dari prakiraan yang dilacak oleh IHK pada bulan April. Faktanya, harga konsumen Inggris naik lebih dari yang diprakirakan selama bulan lalu, meskipun kehilangan traksi dibandingkan angka sebelumnya.
Dari BoE, Gubernur A. Bailey berargumen bahwa sekitar sepertiga dari kenaikan suku bunga telah memukul perekonomian sejauh ini, pada saat dia menegaskan kembali bahwa pasar tenaga kerja tetap ketat dan ekspektasi inflasi tampaknya mulai kehabisan tenaga. Selain itu, Bailey mengakui bahwa masalah utamanya adalah seberapa lengket dan persistensi jalan inflasi untuk turun.
Masih seputar BoE, konsensus pasar sekarang tampaknya condong ke dua kenaikan suku bunga tambahan di bulan-bulan mendatang, sementara kemungkinan penurunan suku bunga di bulan November sekarang (sangat) tipis.
Nanti di sesi Amerika Utara, investor akan mengikuti rilis Risalah FOMC dengan cermat.
Level-Level GBP/USD yang Dipertimbangkan
Saat penulisan, pasangan mata uang ini turun 0,04% di 1,2406 dan menghadapi support berikutnya di 1,2364 (terendah bulanan 24 Mei) diikuti oleh 1,2344 (terendah mingguan 10 April) dan 1,2274 (terendah bulanan 3 April). Di sisi lain, penembusan 1,2668 (tertinggi 2023 pada 8 Mei) akan membuka kemungkinan ke 1,2864 (SMA 200-minggu) dan kemudian 1,3000 (level psikologis).