Tamura, BoJ: Inflasi Cenderung Melambat Jelang Paruh Kedua Tahun Fiskal Berikutnya
Anggota dewan Bank of Japan (BoJ) Naoki Tamura berbicara pada sebuah acara yang dijadwalkan pada hari Rabu, dan mencatat bahwa "inflasi konsumen Jepang kemungkinan akan memperlambat laju kenaikan menjelang paruh kedua tahun fiskal berikutnya."
Kutipan-Kutipan Lainnya
Untuk saat ini, kita harus dengan hati-hati dan rendah hati melihat bagaimana pasar akan stabil, sejauh mana fungsi pasar akan membaik.
Pelebaran kisaran imbal hasil di bulan Desember tidak ditujukan untuk mengetatkan kebijakan moneter.
Fungsi transmisi keuangan berjalan dengan lancar untuk saat ini.
Secara pribadi, kami merasa bahwa pelonggaran yang berkepanjangan dan masif dapat menghambat mekanisme pasar.
Pada suatu saat di masa depan, BoJ harus melakukan penilaian terhadap kerangka kebijakan moneter, kelayakan kebijakannya dengan melihat keseimbangan manfaat dan biaya.
Namun untuk saat ini, adalah tepat untuk mempertahankan kebijakan moneter yang longgar.
Ekonomi Jepang kemungkinan akan pulih tetapi ketidakpastian mengenai prospek sangat tinggi.
Yang unik dari kenaikan harga baru-baru ini adalah bahwa hal ini didorong oleh perubahan perilaku penetapan harga perusahaan.
Ada risiko inflasi dapat melampaui ekspektasi.
Jepang belum melihat kondisi di mana inflasi 2% dapat dicapai secara stabil dan berkelanjutan.
Yang penting adalah apakah siklus ekonomi yang positif tercapai, di mana kenaikan harga disertai dengan keuntungan perusahaan yang lebih tinggi, kenaikan upah.
Saya melihat ada peluang yang cukup baik bahwa kenaikan upah yang kuat akan tercapai pada negosiasi upah musim semi.
Reaksi Pasar
Pasangan USD/JPY mempertahankan mode pemulihannya menuju 135,00 karena sejumlah komentar dovish. Pasangan mata uang ini diperdagangkan pada 134,75, turun sebesar 0,18% pada hari ini.