USD/CAD Mengekor Kelambanan Minyak di Atas 1,3300 karena Data Inflasi As Membayangi

  • USD/CAD masih berada di sekitar level terendah satu minggu, menghentikan penurunan beruntun selama dua hari.
  • Dolar AS tetap tertekan sambil mengikuti penurunan imbal hasil obligasi pemerintah.
  • WTI mempertahankan kenaikan hari sebelumnya dari level tertinggi 12 hari di tengah harapan akan rilis SPR AS.

USD/CAD menggambarkan sentimen pasar yang berhati-hati karena para pedagang terus mengamati Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Januari pada hari Selasa. Dengan demikian, pasangan Loonie berada di level rendah di dekat 1,3330 setelah tren turun selama dua hari.

Meski begitu, pelemahan terbaru harga pasangan mata uang ini dapat dikaitkan dengan kegagalan Dolar AS untuk mempertahankan kenaikan mingguan sebelumnya di tengah turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Namun, harga Minyak yang lebih lemah, ekspor utama Kanada, bergabung dengan komentar hawkish Federal Reserve (The Fed) akan menggoda para pembeli USD/CAD.

Minyak mentah WTI masih tertekan di sekitar $79,50 di tengah kekhawatiran akan lebih banyak lagi rilis Cadangan Minyak Bumi Strategis (SPR) AS. Dengan ini, emas hitam tersebyut mengabaikan pembicaraan sebelumnya yang menunjukkan adanya krisis produksi akibat ancaman Rusia untuk memangkas produksi dan harapan akan meningkatnya permintaan energi, seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) Haitham Al Ghais.

Di tempat lain, Gubernur The Fed Michelle Bowman mengatakan bahwa Federal Reserve perlu terus menaikkan suku bunga untuk mencapai tingkat yang cukup tinggi untuk membawa inflasi kembali ke tingkat target bank sentral, demikian dikutip dari Reuters. Sebelumnya, Presiden Federal Reserve Philadelphia Patrick Harker menolak pembicaraan tentang penurunan suku bunga The Fed selama 2023. Namun, pengambil kebijakan itu menyebutkan, "The Fed kemungkinan tidak akan memangkas tahun ini, tetapi mungkin bisa pada 2024 jika inflasi mulai surut."

Perlu dicatat bahwa meredanya ekspektasi inflasi AS dari level tertinggi beberapa hari tampaknya telah membebani imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Dolar AS akhir-akhir ini. Meskipun demikian, tingkat inflasi impas 10 tahun dan 5 tahun dari Federal Reserve (FRED) St Louis turun dari level tertinggi bulanan menjadi 2,31% dan 2,44%.

Sementara yang menggambarkan sentimen, Kontrak Berjangka S&P 500 mencetak kenaikan tipis sementara Wall Street ditutup dalam warna hijau dan membebani Dolar AS. Meskipun demikian, imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun hampir dua basis poin menjadi 3,69%.

Ke depan, pedagang USD/CAD harus mengamati data IHK AS dengan cermat karena komentar Federal Reserve (The Fed) baru-baru ini tampak ringan ketika menyarankan lebih banyak kenaikan suku bunga. Selain itu, pembicaraan poros kebijakan The Fed masih ada dan oleh karena itu, setiap kekecewaan dari angka inflasi AS tanpa ragu akan mendorong pasangan Loonie ini lebih jauh ke arah selatan. Yang juga penting untuk diperhatikan adalah harga minyak.

Analisis Teknis

Kecuali melewati rintangan 50-DMA di sekitar 1.3480, USD/CAD sedang dalam perjalanan untuk menguji garis support yang cenderung ke atas dari pertengahan November 2022, baru-baru ini di sekitar 1,3270.

 

Penetapan Kurs Tengah USD/CNY: 6,8136 versus Penutupan Sebelumnya di 6,8190

Dalam perdagangan terbaru hari ini, People's Bank of China (PBOC) menetapkan yuan pada 6,8136 versus penutupan sebelumnya di 6,8190. Tentang Penetapa
了解更多 Previous

Data PDB Menunjukkan Ekonomi Jepang Pulih Secara Bertahap

Menteri ekonomi Jepang Goto telah menyampaikan pernyataan bahwa Jepang akan mengupayakan reformasi pasar tenaga kerja untuk mencapai pertumbuhan upah
了解更多 Next