EUR/USD Perbarui Terendah Bulanan di Bawah 1,0700 di Tengah Pembicaraan ECB, Fokus pada PDB UE, Inflasi AS

  • EUR/USD naik-turun di sekitar level terendah lima minggu karena para penjual beristirahat.
  • Visco ECB meremehkan bias kenaikan suku bunga, Harker The Fed tampak bingung.
  • Tantangan terhadap sentimen di tengah "objek tak dikenal" bergabung dengan sentimen yang berhati-hati menjelang data penting akan membebani Euro.

EUR/USD melakukan pemulihan di sekitar 1,0670, setelah turun ke level terendah lima minggu, karena para pedagang menunggu lebih banyak katalis untuk mengkonfirmasi bias bearish terbaru. Menambah kekuatan pada pergerakan pemulihan dapat berupa konsolidasi baru-baru ini dalam sentimen pasar setelah sejumlah komentar Jenderal AS. Namun, komentar-komentar dovish pejabat Bank Sentral Eropa (ECB ) kontras dengan pernyataan yang relatif optimis dari pengambil kebijakan Federal Reserve (The Fed) untuk menjaga agar para penjual tetap optimis menjelang rilis data pertumbuhan dan inflasi utama dari Zona Euro dan AS.

Jenderal AS menolak ketakutan pasar akan mata-mata Tiongkok terhadap AS dan kemungkinan terburu-buru menuju aset-aset safe haven dengan mengatakan, "(Kami) tidak memiliki alasan untuk berpikir bahwa objek terbaru adalah Tiongkok." Meskipun demikian, fakta bahwa AS menembak jatuh hampir empat objek seperti itu, sementara Tiongkok bersiap untuk menembak jatuh satu objek membuat masalah ini tetap ada di meja geopolitik dan membebani sentimen.

Sebelumnya pada hari itu, anggota Dewan Pemerintahan Ignazio Visco menyebutkan bahwa ECB harus menghindari menaikkan suku bunga riil terlalu tinggi, mengingat tingkat utang swasta dan publik di kawasan euro. Hal yang sama bergabung dengan komentar-komentar suram baru-baru ini dari para pengambil kebijakan ECB dan kekhawatiran akan resesi di dalam blok tersebut untuk membebani EUR/USD.

Di sisi lain, Presiden Federal Reserve Philadelphia Patrick Harker menolak pembicaraan tentang penurunan suku bunga The Fed selama 2023. Namun, sang pembuat kebijakan menyebutkan, "The Fed kemungkinan tidak akan memangkas tahun ini, tetapi mungkin bisa pada 2024 jika inflasi mulai surut." Komentar-komentar dari Harker sejalan dengan Ketua The Fed Jerome Powell dan Presiden Federal Reserve (The Fed) Richmond, Thomas Barkin, yang sebelumnya menahan diri untuk tidak menyoroti laporan ketenagakerjaan AS yang optimis. Sebelumnya, mayoritas Gubernur The Fed dan para diplomat AS, termasuk Presiden AS Joe Biden dan Menteri Keuangan Janet Yellen, mengesampingkan kekhawatiran atas resesi AS dan terlihat hawkish terhadap The Fed. Oleh karena itu, terdapat dilema di antara para pengambil kebijakan The Fed yang pada gilirannya membuat data inflasi AS pekan ini menjadi semakin penting.

Pada hari Jumat, ekspektasi inflasi AS per tingkat inflasi impas 10 tahun dan 5 tahun dari Federal Reserve (FRED) St. Louis tetap lebih kuat di sekitar level tertinggi bulanan yang dicatat pada pekan lalu. Lebih lanjut, pembacaan awal dari Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM) AS untuk bulan Februari naik menjadi 66,4 dibandingkan 65,0 yang diharapkan dan 64,9 sebelumnya. Lebih lanjut, UoM mencatat bahwa ekspektasi inflasi setahun ke depan pulih ke 4,2% bulan ini, dari 3,9% di bulan Januari dan 4,4% di bulan Desember. "Ekspektasi inflasi jangka panjang (5 tahun) tetap di 2,9% selama tiga bulan berturut-turut dan berada di kisaran 2,9-3,1% untuk 18 dari 19 bulan terakhir," kata UoM.

Di tengah-tengah permainan ini, Kontrak Berjangka S&P 500 memudarkan kenaikan korektif hari sebelumnya dari level terendah satu minggu, turun sebesar 0,50% di sekitar 4,080 baru-baru ini, sedangkan imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS tetap berada di dekat 3,73% setelah memperbarui level tertinggi lima minggu pada hari sebelumnya.

Akibatnya, Dolar AS tetap lebih kuat karena penampilannya sebagai aset safe haven. Namun, sentimen yang berhati-hati menjelang rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Januari dan pembacaan awal Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat (Q4) Zona Euro yang akan dirilis pada hari Selasa, tampaknya akan menekan EUR/USD.

Analisis Teknis

EUR/USD membutuhkan penembusan yang jelas ke sisi bawah dari garis support naik dari 30 November 2022, di sekitar 1,0660, agar dapat meyakinkan para penjual.

 

Analisis Harga GBP/JPY: Tawaran Beli Ringan di Bawah 159,00 di Dalam Segitiga Simetris

GBP/JPY mengambil tawaran beli ke 158,70 saat pasangan ini bergerak di dalam formasi segitiga dua pekan selama sesi Asia hari Senin. Pasangan mata ua
مزید پڑھیں Previous

USD/JPY Mencoba Perbarui Tertinggi Empat Hari di Atas 132,00 karena Inflasi AS Menjadi Pusat Perhatian

Pasangan USD/JPY melayang di dekat level tertinggi hariannya di sekitar 132,00 di sesi Tokyo. Aset ini diharapkan akan memperbarui level tertinggi emp
مزید پڑھیں Next