Pasar Saham Asia: Datar di Tengah Gonjang-ganjing Suku Bunga The Fed, Indeks USD Pulih, Minyak Menguat

  • Saham-saham Asia diperdagangkan hampir datar karena para investor menunggu data indeks harga PCE AS untuk panduan lebih lanjut.

  • Saham-saham Jepang gagal menunjukkan aksi penguatan meskipun inflasi Tokyo memenuhi estimasi.

  • Indeks S&P500 berjangka telah kehilangan sepertiga dari kenaikan yang tercatat pada hari Kamis

Pasar-pasar di wilayah Asia menunjukkan performa yang kurang bersemangat karena para investor sedang menunggu perkembangan terbaru dari diskusi suku bunga Federal Reserve (Fed) untuk tindakan lebih lanjut. S&P500 berjangka telah menyerahkan sepertiga dari kenaikan yang dicatat pada sesi hari Kamis karena investor telah berubah menjadi cemas menjelang rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index Amerika Serikat, yang membatasi kenaikan di pasar ekuitas Asia. Sementara itu, sisi negatifnya didukung oleh data Produk Domestik Bruto (PDB) dan Pesanan Barang Tahan Lama Amerika Serikat yang optimis.

Pada saat berita ini diturunkan, Nikkei225 Jepang diperdagangkan hampir datar, Hang Seng turun 0,14%, Nifty50 naik 0,54%, KOSPI naik hampir 1%. Sementara itu, pasar RRT ditutup karena perayaan Tahun Baru Imlek.

Indeks Dolar AS (DXY) telah pulih dengan kuat setelah turun mendekati 101,30 di sesi Asia. Para investor lebih memilih untuk bersembunyi di balik aset-aset safe haven karena rilis Indeks Harga PCE AS diperkirakan akan memicu volatilitas yang tinggi di pasar global. Berbicara mengenai kebijakan moneter oleh The Fed pekan depan, ketua The Fed Jerome Powell diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 4,50-4,75%.

Saham-saham Jepang telah gagal menunjukkan aksi penguatan meskipun inflasi Tokyo memenuhi estimasi. Indeks Harga Konsumen (IHK) utama berada di level 4,4% sesuai dengan proyeksi. IHK inti yang tidak termasuk harga minyak dan makanan dirilis pada 3,0% lebih tinggi dari estimasi 2,8%. Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida mengatakan dalam sebuah pidato pada hari Jumat bahwa ia mengakui keputusan kebijakan Bank of Japan (BoJ) pada bulan Desember adalah sebuah perubahan operasional untuk meningkatkan dan mempertahankan efek pelonggaran moneter dengan lancar.

Di sisi minyak, harga minyak menunjukkan performa yang kurang bersemangat karena para investor mungkin akan mengambil posisi dengan kapasitas penuh setelah melihat hasil pertemuan panel OPEC+. Reuters baru-baru ini melaporkan bahwa panel tersebut tidak mungkin mengubah tingkat produksi, mengingat harga minyak mentah pulih tajam pada awal 2023, dan permintaan diperkirakan akan melonjak seiring dengan pulihnya ekonomi Tiongkok.

EUR/USD Berada di Sekitar Support 1,0850 karena Dolar AS Ikuti Imbal Hasil Jelang Inflasi yang Diinginkan Fed

EUR/USD bertahan lebih rendah untuk 2 hari berturut-turut karena Dolar AS mengkonsolidasi penurunan mingguan menjelang angka inflasi favorit Federal R
আরও পড়ুন Previous

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Mulus Menuju $1.900 Jelang Inflasi PCE AS dan The Fed – Confluence Detector

Harga emas (XAU/USD) bertahan pada bias bearish yang disebabkan oleh PDB AS karena para pedagang logam menunggu pengukur inflasi pilihan Federal Reser
আরও পড়ুন Next