NZD/USD Menguat Sekitar 0,6300 karena Pembukaan Kembali Tiongkok Tingkatkan Sentimen, Data AS Bebani Greenback

  • NZD/USD bergerak di dalam kisaran perdagangan terdekat, mencetak kenaikan ringan.
  • Laba Industri Tiongkok memburuk, Beijing membatalkan aturan karantina COVID untuk pelancong yang masuk.
  • Indeks Dolar AS mencetak tren turun tiga hari karena statistik AS yang lebih rendah menantang taruhan Fed yang hawkish.

NZD/USD menggoda angka bulat 0,6300 dan membukukan kenaikan beruntun tiga hari pada Selasa pagi. Dengan demikian, pasangan NZD/USD mendukung Dolar AS yang secara luas lebih rendah, serta sentimen risk-on. Namun, data suram baru-baru ini dari Tiongkok bergabung dengan suasana liburan akan menguji pembeli.

Laba Industri Tiongkok turun 3,6% selama periode Januari-November versus pembacaan sebelumnya -3,0%. Lebih lanjut, kekhawatiran geopolitik yang berasal dari Rusia dan Korea Utara juga menantang pembeli pasangan NZD/USD di tengah kelambanan akhir tahun di pasar.

Meski begitu, selera risiko tetap lebih kuat karena aturan karantina COVID yang dihapus untuk pelancong yang masuk, mulai dari 8 Januari.

Selain itu, laporan data inflasi dan output AS yang lebih rendah meningkatkan keraguan tentang langkah hawkish Federal Reserve (Fed) berikutnya dan karenanya membebani Dolar AS. Akibatnya, Indeks Dolar AS (DXY) turun untuk 3 hari berturut-turut, turun 0,13% intraday mendekati 104,05 pada saat berita ini ditulis.

Pada hari Jumat, Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Inti AS, yang sebagian besar dikenal sebagai pengukur inflasi favorit The Fed, sesuai dengan perkiraan 4,7% YoY untuk bulan November versus 5,0% sebelumnya. Selanjutnya, Pesanan Barang Tahan Lama untuk bulan tersebut menandai kontraksi 2,1% dibandingkan dengan -0,6% yang diharapkan dan 0,7% pembacaan sebelumnya. Lebih penting lagi, Pesanan Barang Modal Non Pertahanan selain Pesawat menandai peningkatan 0,2% dibandingkan dengan 0,0% yang diharapkan dan 0,3% direvisi turun sebelumnya. Selain itu, pelacak GDPNow Federal Reserve (Fed) Bank of Atlanta naik akan menunjukkan pertumbuhan tahunan +3,7% untuk kuartal keempat (Q4) dibandingkan dengan +2,7% perkiraan sebelumnya.

Dengan latar belakang ini, S&P 500 Futures naik 0,75% intraday menjadi 3.898 sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun terakhir mundur ke 3,73%.

Selanjutnya, optimisme terkait Tiongkok dapat bergabung dengan bias bearish dari Fed akan mendorong pasangan NZD/USD selama pekan yang kemungkinan tidak aktif yang tidak terdiri dari data/peristiwa besar.

Analisis Teknis

Terobosan sisi atas dari garis resistensi sebelumnya dari 15 Desember, sekitar 0,6215 pada saat berita ini ditulis, membuat pembeli NZD/USD tetap berharap di tengah sinyal MACD bullish. Namun, rintangan DMA-21 di sekitar 0,6345 menjaga kenaikan langsung.

 

NZD/USD Menguat di Sekitar 0,6300 karena Pembukaan Kembali Tiongkok Tingkatkan Sentimen, Data AS Bebani USD

NZD/USD menggoda angka bulat 0,6300 sambil membukukan kenaikan beruntun dalam tiga hari pada hari Selasa pagi. Dengan demikian, pasangan Kiwi ini mend
Leer más Previous

Suzuki, Jepang: Akan Terus Berusaha Mencapai Target Keseimbangan Utama Tahun Fiskal 2025

Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa "kami akan terus berusaha untuk target keseimbangan
Leer más Next