Pasar Saham Asia: Rebound Meskipun S&P500 Berjangka Lemah, DXY Tetap Bisu, PBoC Melakukan Intervensi

  • Indeks Asia telah rebound dengan kuat meskipun tidak ada dukungan dari S&P500 futures.
  • PBoC telah melakukan intervensi di pasar mata uang untuk memberikan rintangan bagi Yuan yang melemah.
  • DXY menurun menuju level terendah dua pekan di 110,76 sementara alpha pada obligasi pemerintah AS telah jatuh.

Pasar di ranah Asia telah rebound tajam setelah hambatan individu meskipun ada penurunan vertikal pada S&P500 futures. Keranjang saham berjangka 500 telah jatuh 0,90% setelah pembelian tiga hari karena raksasa teknologi Microsoft (MSFT) telah memangkas perkiraan pertumbuhan penjualannya sebesar 5%. Menurut pendapat ekonom di Morgan Stanley, reli S&P500 dapat berlanjut hingga ke area 4000/4150. Oleh karena itu, penurunan indeks AS dapat dianggap sebagai langkah korektif.

Pada saat berita ini ditulis, Nikkei225 Jepang naik 0,84%, ChinaA50 melonjak 1,15%, dan Hang Seng melonjak 1,43%. Pasar India tutup karena Diwali Balipratipada.

Pasar Tiongkok telah rebound tajam karena investor telah mengabaikan ketidakpastian yang meningkat setelah kepemimpinan XI Jinping Tiongkok untuk masa jabatan ketiga mendapat sinyal hijau. Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa People's Bank of China (PBoC) melakukan intervensi di pasar mata uang untuk mendukung pelemahan Yuan. Laporan mengklaim bahwa bank-bank milik negara Tiongkok menjual Dolar AS baik di pasar onshore maupun offshore pada hari Selasa.

Investor Jepang telah mengalihkan fokus mereka ke arah keputusan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ), yang dijadwalkan pada hari Jumat. Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda diperkirakan akan melanjutkan nada dovish pada suku bunga untuk melindungi ekonomi terhadap guncangan eksternal. Pelemahan Yen Jepang yang berkepanjangan berdampak dramatis pada importir. Pembelian barang-barang impor dari minyak hingga produk makanan membutuhkan Dolar AS untuk pembayaran, yang merugikan perusahaan-perusahaan yang mengandalkan bahan baku dari pemasok asing.

Di sisi Indeks Dolar AS (DXY), DXY yang perkasa menunjukkan pergerakan turun yang tipis setelah gagal bertahan di atas rintangan 111,00. DXY diperkirakan akan menyerahkan level terendah dua pekan di 110,76 di tengah optimisme keseluruhan dalam semangat pasar. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun telah turun lebih jauh ke 4,08%.

 

Kontrak Berjangka Gas Alam: Rebound Masih Harus Terus Berlanjut

Berdasarkan data lanjutan dari CME Group untuk pasar gas alam berjangka, open interest melanjutkan tren naik dan naik sekitar 1,2 ribu kontrak pada ha
مزید پڑھیں Previous

Neraca Perdagangan (Bln/Bln) Swedia Untuk September Di Atas Perkiraan (-8.8B): Aktual (-1.8B)

Neraca Perdagangan (Bln/Bln) Swedia Untuk September Di Atas Perkiraan (-8.8B): Aktual (-1.8B)
مزید پڑھیں Next